SIAPA YANG TERMASUK KELOMPOK RENTAN ?
- Anak-anak
- Remaja
- Perempuan
- Laki-laki
- Lansia
- Penderita Cacat Fisik dan Mental
- Ada lagi ?
Dampak Psikososial Bencana Terhadap Kelompok Rentan
Ciri umum pada Anak
- Sulit mengungkapkan apa yang dirasakan/ dipikirkan secara lisan.
- Masih tergantung pada orang tua.
- Terkadang belum paham akan apa yang terjadi (yang mati tidak akan kembali, tidak punya rumah lagi)
- Sangat terpengaruh oleh reaksi orang yang lebih dewasa.
- Takut ditinggal sendirian.
- Magical thinking.
Reaksi umum pada Anak
- Perilaku : umumnya terjadi masalah tidur, kemunduran perilaku (regressive behavior) seperti ngompol
- Emosi : takut, cemas, depresi, marah, rasa bersalah.
- Fisik : pusing, sakit perut (psikosomatis), gangguan makan.
- Kognitif : bingung, sulit konsentrasi, masalah dalam belajar.
Ciri umum pada Remaja
- Perubahan fisik menyebabkan rasa tidak nyamandengan diri sehingga perlu beradaptasi.
- Reaksi mirip dengan orang dewasa.
- Mampu berpikir logis, memecahkan masalah, melihat sebab-akibat, membuat rencana, melakukan analisa sehingga sudah memahami apa yang terjadi, paham mengenai konsep "Permanent Loss".
- Tema sentral kehidupan : teman-teman.
Reaksi umum pada Remaja
- Perilaku berisiko tinggi : narkoba, seks bebas.
- Menarik diri dari pergaulan.
- Tidak mau bicara pada orang tua.
- Mudah sekali marah.
- Bermasalah di sekolah.
Dampak terhadap Perempuan
- Harus menjadi tulang punggung keluarga.
- Sangat rentan mengalami kekerasan. Contoh : perkosaan, pelecehan, dll.
- Keterbatasan fisik.
- Trauma berulang sehingga bisa terkena penyakil menular seksual, hamil di luar nikah, dsb.
- Perempuan cenderung lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan.
- Perempuan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk membantu orang lain.
Dampak terhadap Laki-laki
- Sering terabaikan karena dianggap kuat.
- Menjalankan peran baru (misalnya sebagai pengasuh anak).
- Trauma juga menyebabkan perubahan bermakna bagi laki-laki, sama seperti kelompok lainnya.
- Takut memikirkan masa depan.
Dampak terhadap Lansia
- Perasaan takut yang diikuti dengan rasa marah dan frustasi.
- Merasa gelisah, sendiri dan putus asa.
- Meningkatnya ketergantungan pada keluarga.
- Menarik diri, sering menangis, depresi.
- Gangguan tidur.
- Keinginan untuk bunur diri.
- mengalami disorientasi karena rutinitas terganggu.
- Kesulitan konsentrasi dan berkomunikasi.
- Sumber tekanan terbesar ialah rasa KEHILANGAN.
Dampak terhadap Orang Cacat Mental dan Fisik
- Memiliki kebutuhan yang agak berbeda dari orang normal secara fisik.
- Lebih diacuhkan oleh orang lain.
- Tidak berdaya, tidak bisa minta tolong.
- Terpinggirkan, terisolasi, menjadi korban untuk kedua kalinya.
- Berisiko besar mengalami kekurangan nutrisi, tertular penyakit, dan kekurangan perawatan kesehatan.
TIDAK BOLEH DILUPAKAN ....!
Setiap manusia adalah UNIK dan biasanya bereaksi dengan cara-carayang sangat individual (berbeda), walaupun berada dalam rentang usia yang sama.
Selain berdampak padamasyarakat yang tinggal di lokasi bencana, siapa lagi yang rentan mengalami masalah penyesuaian kembali setelah bencana terjadi ?
Yang juga Rentan mengalami masalah penyesuaian kembali... ?
- Kehilangan orang terdekat.
- Pernah terancam jiwanya.
- Melihat orang terluka atau tewas.
- Berada di lokasi kejadian.
- Kehilangan rumah, harta benda, atau lingkungan tempat tinggal.
- Kehilangan komunikasi/ dukungan kerabat dekat.
- Ada tuntutan emosi tinggi (misalnya : berulangkali meminta tim evakuasi mencari jenazah).
- Kelelahan, lapar dan kantuk yang luar biasa.
- Berulangkali berhadapan dengan bahaya, kehilangan, beban fisik/ emosi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar