Jumat, 17 Desember 2010

KEBIJAKAN IFRC & PMI DI BIDANG DUKUNGAN PSIKOSOSIAL

SEJARAH DUKUNGAN PSIKOSOSIAL

Akhir 1980-an & awal 1990-an  :
  • Banyak kejadian bencana alam
  • Kebutuhan fisik survivor telah terpenuhi
  • survivor mengalami stress, merasa kehilangan, tidak aman
IFRC menyadari pentingnya menyediakan dukungan psikososial bagi survivor bencana dalam kegiatan penanganan bencana
  1. Tahun 1991 rapat konsultasi PSP pertama di Kopenhagen, Denmark
  2. Tahun 1993 IFRC & DRC membentuk PSP Referrence Center
Tahun 1990-an  :
Berbagai peristiwa konflik di Somalia, Liberia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Rwanda mengakibatkan Relawan, Staf, Delegasi IFRC mengalami kelelahan fisik, rasa kehilangan, mengisolasi diri dari lingkungan, depresi, mimpi buruk, flasback. Sehingga mereka pun membutuhkan DUKUNGAN PSIKOSOSIAL.

KEBIJAKAN IFRC ( Mei 2003 )

3 Target grup Dukungan Psikososial  :
  1. Masyarakat survivor bencana & orang yang hidup di bawah tekanan.
  2. Relawan & Staf yang terlibat dalam tanggap darurat bencana & program kemasyarakatan.
  3. Delegasi expatriat.
PERAN IFRC 
  • Mengembangkan strategi Dukungan Psikososial & panduan untuk mendukung terimplementasinya kebijakan dukungan psikososial.
  • Mengembangkan standar pelatihan Dukungan Psikososial dan materi yang sesuai secara budaya, teknis dan keilmuan.
  • Menyediakan protokol untuk relawan & staf termasuk self care tips untuk para pelaksana.
  • Menyediakan informasi tentang hasil penelitian di bidang Psikososial.
  • Meningkatkan koordinasi & kolaborasi dengan institusi lain yang melakukan kegiatan Dukungan Psikososial.
  • Advokasi tentang pentingnya Dukungan Psikososial, mendukung NS untuk lobby mendapatkan dukungan dana di tingkat internasonal.
  • Mengintegrasikan Dukungan Psikososial dalam IFRC assessment, PB, RFL, PP, kesehatan, kesejahteraan sosial, remaja, OD secara tepat.
Dalam Pelaksanaan Dukungan Psikososial  :
  • Mengintegrasikan Dukungan Psikososial ke semua program yang relevan.
  • Pendekatan Community - based  : keterlibatan masyarakat dalam assessmen, pengambilan keputusan, identifikasi program, implementasi, monitoring & evaluasi.
  • Koordinasi & kolaborasi dengan institusi lain yang melaksanakan program Dukungan Psikososial.
  • Melaksanakan Dukungan Psikososial pada fase akut bencana.
  • MelaksanakanDukungan Psikososial pada fase rehabilitasi dengan perhatian pada masalah kemanusiaan, isu khusus, pengembangan organisasi dan membangun kerjasama.
  • MelaksanakanDukungan Psikososial sebagai bagian daro program pengembangan seperti program kesehatan masyarakat, pelayanan sosial, remaja, dll.
Renstra PMI tahun 2005 - 2009
  1. Memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan, korban bencana maupun konflik bersenjata, termasuk memberikan perhatian kepada cedera mental yang dialami. Pelayanan ini juga termasuk Dukungan Psikologis profesional bagi relawan dan staf.
  2. Mengembangkan sistem rujukan yang tepat untuk kasus Psikologis yang ditemukan baik di kalangan internal PMI maupun masyarakat korban bencana/ konflik.
Kegiatan Dukungan Psikososial PMI
  1. Banjir bandang di Bahorok, Sumatera Utara
  2. Gempa & tsunami Aceh
  3. sharing gruop (debriefing) relawan yang bertugas di lokasi bencana gempa & tsunami.
  4. sharing gruop (debriefing) relawan yang bertugas di lokasi  bom Bali II
  5. Dll.

2 komentar:

  1. gak ada logo pmi sama skali.....

    BalasHapus
  2. tak menarik penampilannya mohon di koreksi ulang tampilannya biar banyak yg tertarik membacanya

    BalasHapus